Cara Mengatasi Keputihan Setelah Berhubungan Intim

.

Salam Hormat untuk Seluruh Pembaca!

Dalam kehidupan bercinta, Fenomena keputihan memang senantiasa muncul dan menyebalkan. Keputihan setelah berhubungan intim dapat menjadi sangat mengganggu bagi wanita, baik secara fisik maupun mental. Keputihan setelah berhubungan intim adalah kondisi ketika seorang wanita mengeluarkan cairan vagina di luar siklus menstruasi normal. Cairan vagina pada normalnya memiliki tekstur bening dan cukup segar, namun jika berubah warna dan menyerupai bau yang tidak sedap, itu menunjukkan adanya masalah kesehatan vagina yang perlu diatasi secepatnya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas tentang cara mengatasi keputihan setelah berhubungan intim.

H2: Langkah-langkah Mengatasi Keputihan Setelah Berhubungan Intim

Langkah 1: Gunakan Pakaian yang Cocok

Memakai pakaian yang tepat dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu keharusan, terutama setelah melakukan aktivitas seksual. Apabila kita tidak menggunakan pakaian yang sesuai, maka akan meningkatkan risiko terjadinya keputihan setelah berhubungan intim. Pakaian yang sempit dan terlalu ketat membuat udara tidak lancar dalam sistem genital. Alhasil, suhu yang lembab pada bagian genital menjadi faktor risiko keputihan. Pilihlah celana dan pakaian dalam yang lembut dan nyaman untuk menjaga kebersihan organ intim.

Langkah 2: Membersihkan Diri setelah Berhubungan Intim

Hal terpenting untuk dilakukan setelah berhubungan intim adalah membersihkan diri dengan benar dan tepat. Usahakan untuk membersihkan area genital dan saluran kemih dengan air bersih dan sabun. Jangan menggunakan air yang panas atau terlalu dingin, karena dapat mempengaruhi pH keseimbangan vagina yang dapat menyebabkan keputihan.

Langkah 3: Periksa Kondom Secara Rutin

Menggunakan kondom adalah salah satu cara untuk mencegah kehamilan dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, jika penggunaan kondom tidak dijaga dengan baik, maka akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ genital wanita. Pastikan kondom yang digunakan bersih dan tidak bocor. Setelah berhubungan intim, segera buang kondom yang digunakan dan gantilah dengan yang baru.

Langkah 4: Mencuci Organ Reproduksi Wanita Setelah Buang Air Kecil

Setelah buang air kecil, wanita cenderung merasa bahwa tidak diperlukan mengambil waktu untuk membersihkan daerah kemaluannya. Namun, seharusnya kita harus melewati proses pembersihan daerah genital setiap buang air kecil. Tidak menjaga kebersihan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan setelah berhubungan intim.

Langkah 5: Beristirahat dan Menjaga Pola Hidup Sehat

Istirahat yang cukup adalah elemen vital untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Setiap wanita membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar tubuhnya dapat menyembuhkan diri dari penat. Begitu juga dengan orang yang berhubungan intim, harus mempertahankan pola hidup yang baik untuk mencegah terjadinya keputihan setelah berhubungan intim.

Langkah 6: Rajin Melakukan Senam Kegel

Senam Kegel sangat bermanfaat bagi wanita dalam mencegah masalah kesehatan daerah genital. Senam kegel dapat membantu memperkuat otot panggul dan mendukung kesehatan organ reproduksi. Dengan melatih otot panggul, kita dapat mengendalikan aliran urin dan meningkatkan performa seksual kita.

Langkah 7: Menghindari Ketidakseimbangan Bakteri

Ketidakseimbangan bakteri dalam vagina dapat menyebabkan keputihan. Vagina sebenarnya pada dasarnya mengandung bakteri baik yang diperlukan dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme dan menjaga kesehatannya. Dalam menjaga kesehatan organ genital, hindari makanan yang memicu timbulnya bakteri jahat yang berkembang biak dalam vagina.

Langkah 8: Hindari Menggunakan Pengharum Tubuh

Penggunaan pewangi tubuh dan sabun mandi beraroma bunga dan lain sebagainya seringkali sekali memicu konsekuensi kesehatan seperti memicu terjadinya alergi, iritasi kulit dan keputihan. Oleh karena itu, cobalah untuk menggunakan bahan-bahan alami, seperti sabun bayi dan pengharum tubuh yang rendah kandungan kimianya untuk menjaga kesehatan vagina.

Langkah 9: Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Monitoring kesehatan dan kebersihan daerah genital sangat penting bagi wanita. Dalam menjaga kesehatan organ genital kita, kita harus rajin melakukan pemeriksaan rutin dan membawa perubahan pada daerah genital ke dokter kandungan juga.

Langkah 10: Rajin Mengganti Pembalut pada Periode Menstruasi

Mengganti pembalut pada menstruasi sangat penting, karena bisa menghindari perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan keputihan. Pergantian pembalut yang tidak rutin memungkinkan bakteri untuk berkembang biak dan beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan bau yang tidak enak dan timbulnya infeksi.

Langkah 11: Hindari Pakaian Dalam Sintetis

Pakaian yang terbuat dari bahan sintetis memang tampak cantik dan stylish. Namun, ternyata mengenakan pakaian dalam jenis ini bisa mengganggu kesehatan organ genital. Anda disarankan memilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang lembut dan breathable, serta yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

Langkah 12: Hargai Hak Privasi Anda

Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah menjaga hak privasi kita sebagai seorang wanita. Setiap orang memiliki hak untuk menjaga kesehatan organ intim-nya. Konsultasikan dengan tenaga medis jangan takut atau malu. Dalam menjaga kesehatan vagina, kita harus rajin memeriksa dan membawa perubahan pada dokter kandungan.

H2: Tips dan Trik Mengatasi Keputihan

Tip #1: Perbanyak Konsumsi Sayuran Segar dan Buah-buahan

Ada pepatah yang mengatakan, “makanan kita adalah obat kita.” Memang, menjaga pola makan yang sehat adalah suatu hal yang penting dalam menjaga kesehatan vagina. Konsumsi sayuran segar dan buah-buahan dapat membantu menjaga kadar pH dan menjaga keseimbangan bakteri baik dalam daerah genital.

Tip #2: Gunakan Waslap Khusus untuk Membersihkan Organ Intim Anda

Penggunaan waslap biasa untuk membersihkan daerah genital dapat merusak keseimbangan pH kesehatan vagina. Oleh karena itu, pergunakanlah waslap khusus yang dirancang untuk menjaga kesehatan genital. Pilihlah waslap dengan kandungan bahan alami seperti kapuk atau kain serat bambu.

Tip #3: Hindari Menggunakan Vagina Spray, Pelicin Seperti Douche, dan Lotion Vagina

Menggunakan vagina spray, pelicin seperti douche, dan lotion vagina adalah hal yang sangat tidak dianjurkan. Penggunaan lotion untuk vagina dapat mengganggu keseimbangan pH normal vagina yang menyebabkan terjadinya keputihan setelah berhubungan intim. Selain itu, produk seperti ini juga dapat menyebabkan rasa sakit, iritasi, dan alergi.

Tip #4: Sering Berolahraga

Olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, tapi juga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan organ genital kita. Beberapa jenis olahraga seperti joging, berenang, dan yoga sangat membantu dalam meningkatkan kesegaran vagina, membantu mengembalikan elastisitas otot panggul, dan menjaga keseimbangan pH dalam daerah genital.

Tip #5: Menghindari Ganja dan Obat-obatan Terlarang Lainnya

Ganja dan beberapa jenis obat terlarang lainnya memang memiliki efek yang dapat merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan. Maka dari itu, cobalah untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang dalam kehidupan bercinta, karena obat-obatan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan. Penyalahgunaan zat tersebut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan vagina, seperti keputihan setelah berhubungan intim.

Tip #6: Istirahatlah dengan Baik

Istirahat yang cukup sebenarnya bisa membantu menjaga kesehatan organ genital kita. Jika tubuh Anda lelah dan stress, hal ini berpotensi terjadinya keputihan setelah berhubungan intim. Jangan menunggu sampai tubuh merasa ‘ drop’ baru istirahat. Kalaupun terpaksa, perbanyak waktu istirahat saat rutinitas bercinta Anda memanas.

Tip #7: Sering Melakukan Test Kesehatan Genital

Penungguan lama untuk memeriksakan kesehatan genital dapat membuat Anda mengalami masalah kesehatan vagina yang semakin serius. Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita untuk rutin melakukan pemeriksaan genital setiap satu atau dua bulan sekali.

Tip #8: Menjaga Kesehatan Diri dengan Baik

Menjaga kesehatan diri dengan baik meliputi banyak hal, mulai dari menjaga kebersihan tubuh hingga menjaga kesehatan organ genital Anda. Mengikuti jadwal rutin untuk menjaga kesehatan, akan membantu bagi segala aktivitas yang dijalankan termasuk bercinta.

Tip #9: Jangan Menguapkan Keperluan

Mayoritas dari kita masih dalam lingkungan sosial yang memaksakan perempuan untuk mencoba menyembunyikan segala kebutuhan biologis. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak kesehatan yang akan ditimbulkan. Menguapkan keperluan tersebut tidak hanya akan berdampak buruk karena bakteri akan berkembang biak, tapi kondisi ini juga akan berpengaruh terhadap kesehatan kita dalam waktu yang lama.

Tip #10: Banyak Minum Air Putih

Air putih sangat penting bagi kesehatan tubuh dalam mencukupkan kebutuhan cairan dan menjaga keseimbangan asam alkali tubuh. Hindari mengonsumsi minuman manis yang dapat merusak keseimbangan bakteri baik dalam vagina. Perbanyak minum air putih untuk menjaga kadar pH yang stabil dan menghindari keputihan setelah berhubungan intim.

Demikian beberapa tips dan trik yang perlu Anda terapkan dalam menjaga kesehatan organ genital Anda. Semoga dapat berguna bagi Anda dan semuanya dalam menjaga kesehatan vaginal dan mencegah keputihan setelah berhubungan intim.

Cara Mengatasi Keputihan Setelah Berhubungan Intim

Kelebihan

1. Membantu meredakan rasa tidak nyaman seperti gatal pada area vagina yang sering terjadi akibat keputihan.

2. Mencegah terjadinya infeksi pada area reproduksi yang dapat mempengaruhi kesuburan.

3. Memberikan kepercayaan diri pada wanita yang sering merasa tidak nyaman dengan kondisi keputihan setelah berhubungan intim.

4. Mudah dilakukan di rumah tanpa memerlukan bantuan dari tenaga medis.

5. Dapat menghindari penggunaan obat-obatan yang mungkin memiliki efek samping negatif pada tubuh.

6. Meningkatkan keintiman dengan pasangan karena keputihan yang tidak diatasi dapat membuat wanita merasa tidak nyaman saat berhubungan.

7. Lebih hemat biaya dibandingkan dengan harus berkonsultasi ke dokter yang memerlukan biaya dan waktu yang lebih besar.

8. Membantu menjaga kesehatan organ intim wanita secara umum.

9. Memperbaiki kebiasaan hidup yang kurang baik seperti tidak memperhatikan hygiene area reproduksi.

10. Bisa diterapkan pada semua usia dan jenis kelamin sebagai upaya menjaga kesehatan.

Kekurangan

1. Hasil yang didapatkan biasanya tidak instant atau memerlukan waktu yang panjang tergantung dari tingkat keparahan keputihan yang dialami.

2. Tidak semua jenis keputihan dapat diatasi dengan cara ini, sehingga perlu konsultasi dengan tenaga medis jika keputihan berlanjut atau semakin parah.

3. Ada kemungkinan terjadinya reaksi alergi pada bahan alami yang digunakan karena setiap individu memiliki sensitivitas yang berbeda.

4. Penerapan yang tidak benar atau terlalu sering dapat membahayakan kesehatan organ intim dan menyebabkan infeksi atau iritasi.

5. Perlu disiplin dalam menjaga kebersihan area reproduksi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan agar hasil yang didapatkan lebih maksimal.

6. Tidak dapat mengatasi keputihan secara permanen jika tidak disertai dengan perubahan pola hidup yang lebih baik seperti lebih rajin berolahraga dan makan makanan sehat.

7. Bahan alami yang digunakan mungkin tidak mudah didapatkan di tempat tinggal tertentu sehingga sulit diterapkan.

8. Meskipun hasilnya cukup efektif, tetapi tidak semua orang cocok dengan cara ini karena ada faktor alamiah seperti jenis bakteri pada organ intim yang berbeda pada setiap orang.

9. Perlu dijaga selalu kebersihannya dan memperhatikan lingkungan sekitar agar tidak kotor atau terpapar dengan bakteri atau virus yang dapat mempengaruhi kesehatan organ intim.

10. Perlu memperhatikan dosis dan cara penggunaan bahan alami agar efektif dan tidak menyebabkan iritasi pada organ intim.

FAQ

1. Apa itu keputihan?

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina yang normal terjadi pada wanita. Namun, keluarnya keputihan yang terlalu banyak atau berbau tidak sedap bisa menandakan masalah kesehatan.

2. Apa penyebab keputihan setelah berhubungan intim?

Keputihan setelah berhubungan intim bisa disebabkan oleh adanya bakteri atau jamur pada daerah genital wanita yang terganggu setelah aktivitas seksual.

3. Apakah keputihan setelah berhubungan intim berbahaya?

Jika keputihan terjadi secara terus-menerus dan disertai dengan gejala lain (seperti gatal, nyeri, atau bau tak sedap), maka mungkin terkait dengan infeksi yang perlu diobati.

4. Apakah keputihan setelah berhubungan intim dapat dicegah?

Untuk mencegah keputihan setelah berhubungan intim, sebaiknya gunakan kondom dan jangan lupa membersihkan area genital setelah aktivitas seksual.

5. Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan?

Untuk mengatasi keputihan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai penyebabnya. Selain itu, menjaga kebersihan area genital dan menghindari aktivitas seksual selama pengobatan juga dapat membantu.

6. Apakah penggunaan sabun pada area genital disarankan?

Tidak disarankan untuk menggunaan sabun pada area genital yang sensitif. Sebaiknya gunakan sabun khusus yang pH-nya seimbang untuk menjaga kebersihan daerah genital.

7. Bisakah keputihan menyebabkan rasa tidak nyaman?

Ya, keputihan yang berlebihan atau tidak normal dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti gatal, nyeri, atau perih pada area genital.

8. Apakah keputihan terjadi pada semua wanita?

Ya, keputihan adalah hal yang normal terjadi pada semua wanita, namun jumlah dan jenis keputihan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi kesehatan dan fase siklus menstruasi.

9. Apakah keputihan dapat mempengaruhi kesuburan?

Tidak ada hubungan langsung antara keputihan dan kesuburan, namun keputihan yang disebabkan oleh infeksi atau masalah kesehatan lain dapat memengaruhi kesehatan reproduksi wanita.

10. Apakah keputihan dapat menular?

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi dapat menular melalui kontak seksual atau penggunaan barang-barang pribadi yang tidak bersih.

11. Bisakah keputihan sembuh dengan sendirinya?

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi tidak akan sembuh dengan sendirinya dan perlu diobati dengan benar. Namun, ada jenis keputihan lain yang normal dan akan berlalu dengan sendirinya.

12. Apakah keputihan dapat diobati dengan obat-obatan rumahan?

Tidak disarankan menggunakan obat-obatan rumahan untuk mengatasi keputihan, karena bisa memperparah kondisi atau menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

13. Apakah keputihan dapat dicegah dengan menjaga pola makan dan gaya hidup?

Meski pola makan dan gaya hidup yang sehat dapat membantu mencegah infeksi dan masalah kesehatan, namun keputihan dapat terjadi pada semua wanita. Sebaiknya terus menjaga kebersihan daerah genital untuk mengurangi risiko terkena masalah kesehatan.

Kesimpulan

Keputihan setelah berhubungan intim bukanlah hal yang jarang terjadi pada wanita. Hal ini memang cukup mengganggu, namun masih dapat diatasi dengan sejumlah cara yang sudah disebutkan sebelumnya. Diantaranya menggunakan pakaian dalam berbahan katun, tidak menggunakan sabun atau pembersih vagina yang keras, dan menghindari makanan yang berpotensi meningkatkan risiko keputihan.

Tetapi, penting untuk diingat bahwa keputihan juga dapat menjadi tanda adanya infeksi, terutama jika disertai dengan bau yang tidak sedap atau rasa gatal yang tidak hilang dengan penanganan rumahan. Jika gejala keputihan makin parah, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

Penutup

Demikianlah cara mengatasi keputihan setelah berhubungan intim yang dapat Anda praktikkan di rumah. Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika gejala semakin parah, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan menjaga kebersihan serta kesehatan alat reproduksi Anda! Terima kasih telah membaca artikel ini dan sampai jumpa.

Leave a Comment